Peer-reviewed veterinary case report
Laporan Kasus: Gambaran Klinikopatologi Kucing yang Terinfeksi Feline Panleukopenia Virus
- Journal:
- Indonesia Medicus Veterinus
- Year:
- 2024
- Authors:
- Wibisono, Cahyo et al.
- Species:
- cat
Plain-English summary
A one-year-old domestic cat weighing 2.9 kg was taken to a veterinary clinic after showing signs of diarrhea and vomiting for three days, along with being very tired and eating less than usual. The cat was treated with medications including amoxicillin, cortisone acetate, and diphenhydramine. Tests revealed that the cat had a low white blood cell count and macrocytic anemia (a type of anemia where the red blood cells are larger than normal), and a rapid test confirmed it was infected with feline panleukopenia virus (FPV), a serious disease that typically affects young cats. Unfortunately, despite treatment, the cat passed away shortly after being admitted to the hospital, and further examination showed severe damage to the lungs and intestines. The outcome was that the treatment did not work, and the cat died from the infection.
Abstract
Feline panleukopenia adalah penyakit pada kucing yang disebabkan oleh feline parvovirus atau feline panleukopenia virus (FPV) yang umumnya menyerang kucing berusia muda di bawah satu tahun. Seekor kucing domestik berumur satu tahun dengan bobot badan 2,9 kg yang diperiksa di Klinik Hewan Kuningan, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada dengan tanda klinis mengalami diare dan muntah selama tiga hari, lemas, dan nafsu makan menurun. Penanganan dilakukan dengan pemberian obat-obatan berupa amoksisilin, kortison asetat, dan diphenhydramine HCl. Pemeriksaan klinis menunjukkan adanya gerak peristaltik usus yang cepat sebagai tanda adanya diare, hipersalivasi, dan adanya ulkus pada gingiva. Pemeriksaan hematologi menunjukkan kucing mengalami leukopenia dan anemia makrositik hiperkromik. Sampel usap rektal kucing diperiksa dengan alat rapid test feline panleukopenia virus yang menunjukkan bahwa kucing tersebut positif terinfeksi FPV. Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan klinis, serta pemeriksaan laboratorium, kucing kasus didiagnosis mengalami panleukopenia dengan prognosis dubius. Kucing kasus dilakukan pemberian terapi dan pada saat masuk ruang perawatan, kucing dinyatakan mengalami kematian sehingga nekropsi dan pemeriksaan pascamati/postmortem dilakukan. Secara makroskopis, paru-paru mengalami kongesti akibat reaksi agonal, limfonodus mesenterika mengalami pembengkakan, dan mukosa usus halus mengalami hiperemia. Secara histopatologis, dijumpai nekrosis pada nodus limfatikus, paru-paru mengalami kongesti, dan adanya infiltrasi sel radang pada tunika mukosa dan submukosa usus halus. Selain itu, pada tunika mukosa juga dijumpai perubahan artefact yang diakibatkan proses autolisis.
Find similar cases for your pet
PetCaseFinder finds other peer-reviewed reports of pets with the same symptoms, plus a plain-English summary of what was tried across them.
Search related cases →Original publication: https://doi.org/10.19087/imv.2024.13.1.47